Halaman

SELAMAT DATANG DI BLOG PUTRANE WONG JOWO KELAHIRAN SUMATRA

24 Sep 2012

Kompetensi Pedagogik & Karakter Bersahabat ,Seorang Guru . Pedagogic –Teaching.

“ Maka ,apakah mereka tidak berjalan di muka bumi agar mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ..?. karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi adalah hati yang ada didalam dada.” Qs al Hajj :46


Case Study
Sebelum memulai  Kegiatan Pembelajarannya yang pertama seorang guru fisika membuka percakapannya ;
“bagaimana menurut kalian apakah fisika itu sulit…”
“ya bu ,fisika itu sulit….”jawaban hampir serempak dijawab seluruh siswa dalam kelas.
“ Saya ,tahu fisika itu sulit saat Ibu SMP ,pertama kali belajar fisika ,ibu juga dalam satu semester tidak pernah dapat angka 6 semuanya dibawah 5.sehingga ibu sering menghindari dan malas belajar fisika’..
“ sama sama kita dong”..beberapa siswa berceloteh.
“ Sesuai terima raport tengah semester,ayah ibu memberi pengertian ,kalau terus menghindari kesulitan maka akan terus berhadapan dengan kesulitan itu. Maka  kata ayah ibu ,ibu harus memiliki rasa suka  terlebih dulu,sebelum kenal maka  tak sayang begitulah kata. Sejak ibu mulai berani tidak menghindari  dan mulai menyukai fisika,ibu mewakili sekolah ke beberapa oliempiade  ,walau tidak juara pertama waktu itu ibu menjadi runner up . Sampai ibu mahasiswa fisika yang lulus dengan nilai lumayan.Jadi sebenarnya tidak ada kesulitan selama kalian tidak terus menerus menghindari…ayo sekarang kita buktikan fisika itu mudah….!”


 
Kegiatan Pembelajaran
Seorang guru bisa menggunakan kemampuan empatic listening untuk mengajar dan kegiatan pembelajaran,menjadi sahabat siswa maupun memberi teladan. Guru abad 21 dituntut untuk memiliki kecakapan ber komunikasi dan mempengaruhi siswanya (leadership skill)  guna membangkitkan motivasi belajar siswa. Melalui contoh contoh kisah –sukses  diri sendiri ,alumni nya atau kisah sukses tokoh tokoh lainnya sesudah mereka berusaha keras untuk belajar dan mengembangkan diri .
Meskipun demikian kisah kegagalan juga perlu di ceritakan,dengan catatan dapat mengurai alas an penyebab kegagalan itu,karena kejujuran seorang guru adalah modal paling dasar bagi kepercayaan siswa.Kejujuran seorang guru tercermin pada  ucapan dan perilaku  yang dapat memegang teguh ,prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan ,berani mengakui kekurangan dan kesalahan diri ,bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Keberanian guru untuk menceritakan pengalaman gagalnya akan dilihat sebagai sisi manusiawi oleh siswa dan dapat memberikan inspirasi kepada dirinya lantaran siswa memiliki kemiripan pengalaman kesulitan belajar .Seorang guru yang bercerita atau mengarang cerita suksesnya saja tanpa pernah gagal oleh sebagian siswa yag kritis akan dicurigai hanya mengarang cerita  dan dianggap sebagai pembual oleh siswanya. Apalagi jika tidak dapat menjelaskan langkah langkah kongkrit menempuh keberhasilan itu.
Menjadi Sahabat Siswa
Begitu juga dengan menjadi sahabat siswa  ,seorang guru merupakan sosok yang diharapkan dapat menerima dan mengerti perilaku siswa,kemampuan empati ini semestinya terus menerus diasah untuk menunjukkan karakter bersahabat . Perilakunya tercermin dari kemampuan mendengar ,menghargai dan menerima pendapat siswa /gagasan siswa ,bersikap terbuka ,memperlihatkan antusiasme kepada siswa dan dapat bekerja sama .karakter ini dapat memperlakukan siswa sebagai sosok manusis yang dikasihi bahkan seorang teman yang dapat dipercaya.
Bukankah setiap orang pada dasarnya manusia butuh dimengerti ,dicintai dan dihargai apalagi menjadi sahabat setia. Dengan manjadi sahabat setia siswa akan mudah menerima dan care kepada anda sebagai gurunya…Sehingga anda sebagai guru tidak perlu “ja-im’ alias jaga image terus menerus yang membuat anda mengalami kelelahan rohani s erta pembelajaran menjadi tidak efektif  High aggressive teaching  –low impact. Tambah dipaksa tambah tidak bisa membuat kompetensi siswa meningkat.
Bahkan jika seorang guru menjadi sahabat siswa maka dapat membuat kenangan terindah tak terlupakan dalam membangun pengalaman belajar siswa.  
Menjadi Teladan
Siswa  bisa saja berperilaku tidak menyenangkan disekolah lantaran mengalami suatu kejadian yang tidak terduga dan bertindak agresif. Pada saat mereka mengalami kekacauan perasaan inilah siswa tidak dapat mengendalikan dirinya tidak memiliki kontrol diri positif. Jika siswa ini tidak ditolong atau bahkan dimussuhi oleh guru dapat dipastikan tindakan siswa akan makin agresif.Kerena memang siswa sedang kesulitan dengan perasaannnya sendiri dan kesulitan melepaskan diri dari belitan permasalahan.
Jika seorang guru bisa mengerti latar belakang perilaku siswa,selanjutnya dapat mendengarkan pengakuan jujur siswa dengan empati,menjadi sahabat siswa dan dapat membantu memberi siswa  wawasan untuk solusi yang dibutuhkan. Maka bagi siswa bersangkutan untuk menuruti ,patuh dan meniru perilaku gurunya Guru ,digugu lan di tiru.Patut di dijadikan teladan.
Keteladanan guru dapat terwujud dalam bentuk perilaku yang besahabat ,menjalankan kegiatan yang jujur dan dapat dipercaya serta  memberi contoh perilaku yang dapat menginspirasi siswa untuk bersemangat dalam belajar.
Ketika guru menjadi teladan bagi siswanya ,maka guru bersangkutan akan ditempatkan didalam hati sisiwa selanjutnya dapat  diklarifikasi karakter nya.Tercermin  pada penampilan-perilakunya  orang bisa menafsirkan karakter  guru tersebut,  baik  saat  mengajar dikelas,ucapan , perasaan  tindakan  dan kecepat-tanggapan dalam menghadapi  berbagai situasi.
Kalau anda dapat menunjukan karakter bersahabat sebagai bukti kompetensi pedadogik  yang anda miliki ,maka  siswa akan tergerak untuk senang ,bersemangat dan bangga menjadi murid anda…!
Sumber : guru idola

Tidak ada komentar: